Rabu, 04 Maret 2015

Limpahan Syukur di Tahap ini :)





Sudah lama tak bersua, Alhamdulillah hari ini tepat H-3 ulang bulan pernikahan kami yang ke 9 bulan. Tak terasa semuanya menjadi indah bila dikenang. Mencoba menapaki profesi baru untuk seumur hidup kedepannya. Suka, duka, canda, tawa, segalanya harus bercampur aduk tanpa rasa mendalam hingga segalanya terasa indah. Dahulu, dia yang bukan siapa-siapa sekarang tanpanya aku tak tau harus apa. Seseorang yang menjadi imam baru yang harus ku taati dan ku hormati diatas segalanya setelah Allah dan Rasulullah. Waktu membuat kita belajar banyak tentang sebuah peran.

Aku yang sama seperti wanita pada umumnya, mengawali kapal layar ini dengan sifat kewanitaanku yang ingin selalu dimanja, didengar dan direspon setiap perbuatanya. Namun, begitulah seorang pria, tak kenal fikiran bercabang, jawabanya selalu singkat dan terkadang responnya tak sesuai ekpektasi. Setiap hari aku belajar tentang perbedaan itu, seperti perumpaaman John Gray, "wanita berasal dari venus dan pria berasal dari mars. Wanita hidup dalam lingkungan penuh kasih sayang, sedangkan laki-laki menghargai kekuasaan, ketrampilan, efisiensi dan prestasi". Awalnya perbedaan itu menjadi bencana, yang kadang membuat air mata tak tahan untuk jatuh. Namun semakin hari, kami menjadi saling belajar tentang menghargai dan menciptakan zona nyaman dalam kebersamaan.

Perasaan yang mudah tersinggung perlahan hilang dari diriku dan responnya yang dahulu hanya singkat sekarang berubah menjadi suatu kalimat yang menyenangkan. Alhamdulillah, ketika 3 bulan pernikahan telah kami lewati dalam egois dengan "ingin dimengerti", sekarang berubah menjadi usaha saling mengerti. Perselisihan yang terkadang ada, kita coba hadapi dengan dewasa. Biarlah diam sesaat menjadi solusi saat emosi memuncak, hingga kita bisa saling intropeksi. Umur pernikahan kami memang masih seumur jagung, 1 tahun pun belum. Namun, semoga kami tetap menjadi pasangan dunia dan akhirat.

Alhamdulillah, atas segala limpahan nikmat yang Allah telah berikan dengan kehadirannya disisiku, aku merasa semakin kuat dan semakin dekat dengan Allah. Tilawah harian terkontrol, sholat sunnah mencoba istiqomah ditegakkan, hafalan qur'an yang bertambah, mentadaburi al qur'an bersama dan lain-lain. Aku bahagia karena kita berada pada umur yang tak terlampau jauh, perjuangan cita-cita yang sama-sama sedang dalam proses kita raih. Suamiku sedang kuliah S2 dan aku sedang melanjutkan profesi apotekerku. Semoga kelak Allah mampukan kita bertemu pada kesuksesan bersama. Hingga hari-hari perjuangan ini menjadi kenangan manis saat kita tengok kembali.

Kami adalah dua anak muda yang belajar tentang cinta sejati, cinta yang suci, cinta yang hakiki, cinta yang selalu diridhoi Allah. Cinta yang saling menguatkan dalam ketaatan dan ketaqwaan. Dan cinta yang semoga abadi hingga Allah pertemukan kembali dalam SyurgaNya. Barakah Allah yang terus kami cari dalam melaluinya, hingga seringkali khilaf mampu tersadarkan dan kembali diluruskan karena adanya saling menasihati dan mengingatkan, Alhamdulillah.

Terimakasih suamiku yang selalu menjadi imam, sahabat, kakak, ustadz dan insyaAllah akan menjadi ayah yang baik untuk anak-anak kita nantinya. Semoga Allah ridhoi setiap langkah kita dan berkenan memberikan Rahmat dan BarakahNya dalam melewati kehidupan selanjutnya. :)

Semoga kelak, semakin banyak pasangan baru yang sukses dalam menjalani kehidupan keluarganya, hingga tak ada lagi angka perceraian di Indonesia. Membentuk keluarga yang Barakah adalah tujuan yang sebaiknya kita sertakan dalam do'a dan harapan, ketika telah ada niatan untuk menjalani sebuah pernikahan. Siapkan mental dan sandarkan setiap prosesnya kepada Allah, niscaya tak ada lagi kekecewaan yang mendalam pada pasangan kita nantinya. Belajar tak pernah berhenti, belajarlah terus dalam memantaskan diri kita menjadi pasangan yang terbaik untuk pasangan kita. Hingga akan sampai pada suatu titik disetiap tahapannya, dimana kita bersyukur atas setiap kejadian yang kita lewati ini.

Aku bersyukur karena Allah menakdirkan aku hamil pada bulan ketiga pernikahan kami, sehingga aku masih diizinkan Allah untuk fokus menyelesaikan skripsi di bulan pertama dan melaksanakan unduh mantu di Bengkulu di bulan kedua.

Aku bersyukur memiliki suami yang tidak harus sibuk kerja di kantor, sehingga ia bisa mengantar dan menjemput, serta selalu ada disaat aku membutuhkanya dalam menjalani masa-masa sulit pada kehamilan ini.

Aku bersyukur memiliki kontrakan yang luas dan bertingkat (walau dahulunya sempat bersikeras untuk mencari tempat yang lebih kecil saja), namun dengan membersihkan rumah saja, aku bisa olahraga dan pastinya insyaAllah pahalanya lebih besar.

Aku bersyukur karena Allah perkenankan aku lulus masuk apoteker ui, sehingga di hamil tua ini aku banyak bergerak dan beraktivitas, semoga Allah berikan hikmahNya dengan persalinan normal yang lancar. Aamiin

Dan banyak rasa syukur lainnya, yang belum smpat aku sebutkan satu-satu. Setiap kejadian pasti ada sebab akibat, dan semuanya insyaAllah ada hikmahnya. Maka cobalah terus berfikir dari sudut pandang positif dari setiap kejadian, rasa syukur selalu tercurah dalam mulut dan hati kita sehingga Allah berkenan lagi menambah lagi nikmatNya. Yakinlah Allah akan memberikan setiap kesempatan kepada kita di waktu yang tepat. Allah tahu yang terbaik untuk hambaNya. (Pastinya pesan khusus juga untuk saya pribadi :) ) Selalulah berfikir positif terhadap Allah, karena Allah mengikuti prasangka hambanya

Rabu, 24 September 2014

Menanti Buah Hati

"Ya Allah berikanlah kepadaku dari sisiMu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau adalah pendengar permohonan (doa)." (QS. Ali Imron : 38)

Hari itu, tepat seminggu terhitung dari hari akhir masa suburku. Sudah 2 hari aku dilanda kegelisahan ketika tidur, entah mengapa badan terasa ngilu dan gemetar. Akhirnya, kuputuskan untuk mencoba testpack merek "akurat" yang sudah kubeli dari 2 bulan lalu pada suatu sepertiga malam. Penasaran bercampur kenekatan sebenarnya, dan hasilnya.. (-) negatif. Dengan kecewa dan mengutuk rasa penasaran ku tadi, akhirnya testpack tersebut aku buang ke tempat sampah. Selepas subuh, aku ceritakan apa yang meresahkanku hingga hasil dari rasa penasaranku kepada suami. Namun, seperti biasa ia membesarkan hatiku dan menjawab sambil tersenyum. 

Saat pagi tiba dan aku harus membuat sarapan, tiba-tiba rasa penasaran kembali mengusik, testpack yang telah kubuang pagi tadi, aku ambil dan ingin melihat lagi  hasilnya. Ternyata, ada 2 garis disana. Cukup terkejut aku dibuatnya. Berlari dengan membawa hasil itu dan suami menjadi tujuanku. Alhamdulillah hasilnya positif. Singkat cerita, 2 hari setelah itu dan pada hari seharusnya aku haid, aku coba kembali menggunakan testpack merek "sensitif" dan "akurat", dan hasilnya alhamdulillah positif. 

Setelah mencari informasi melalui internet, akhirnya aku memilih dr. Winur sebagai dokter kandungan tempat konsultasiku mengenai kehamilan ini. RSIA Aulia menjadi tujuanku hari Senin, setelah sebelumnya aku mendaftar melalui telepon ke (021)-7270208. Jam setengah 5 aku sudah berada disana untuk mengisi form pendaftaran pasien baru dan mendapat nomer urut 4. Alhamdulillah, jam setengah 7 namaku sudah dipanggil. Mama serta suamiku ikut serta menemani dalam kunjungan pertamaku ke dokter kandungan ini. 

Alhamdulillah dokter Winur sangat baik, penjelasanya pun memuaskan, sesuai sekali dengan dokter kandungan idamanku. Pro Inisiasi Menyusui Dini, ASI Eksklusif, tidak merekomendasikan susu instan ibu hamil, menjelaskan rinci, memberikan waktu yang cukup lama untuk konsultasi dll. Ketika di USG, karena kandungan ini masih kurang dari 4 minggu perkiraanya, akhirnya dokter memilih untuk USG Transvaginal. Disana, nampak kantung kehamilan yang sudah terbentuk. Alhamdulillah, saya benar sedang hamil. Namun selanjutnya, ada berita yang agak memilukan hati. Ketika dokter mengatakan bahwa di indung telur saya terdapat kista, di kanan dan kiri. Syok dan kaget saya mendengarnya, pasalnya saya tidak pernah merasakan nyeri yang terasa sangat ketika sedang datang bulan. 

Setelah di USG, dokter akhirnya menjelaskan bahwa perkiraan beliau, kista ini adalah kista endometriosis yang harapannya tidak membesar ketika kehamilan semakin membesar. Harapannya pula, tidak perlu dilakukan operasi pengangkatan sampai bayi ini lahir dengan normal. Saya pun sangat berharap begitu. Ketika kista yang terdengar, pertama kali dalam bayangan saya adalah operasi. Alhamdulillah sampai saya berumur 22 tahun ini, saya tidak pernah mengalami sakit parah yang harus di rawat ataupun di operasi. Dahulu, ketika dokter memvonis sinusitis dan menyuruh operasi, sayapun membiarkan sendiri hingga alhamdulillah sampai detik ini tak terasa lagi sinus tersebut. Begitupula dengan kista ini, semoga Allah memberikan keajaibanNya kembali dalam memberikan kesembuhan tanpa operasi.. Aamiiin

Pesan dokter dalam menjaga kandungan dan usaha dalam mengatasi kista ini adalah menjauhi makanan instan, junk food, fast food, susu instan, bahan-bahan kimia berbahaya, meminimalisir penggunaan gel. elektromagnetik, dll. Insya Allah saya dan suami sepakat untuk saling menjaga dan berusaha mematuhi pesan dokter dalam rangka ikhtiar kami agar kehamilan ini berjalan dengan baik, dan kista ini tak perlu mengganggu. Kami sebagai manusia hanya bisa berharap dan berdo'a, namun hasilnya sungguh hanya pada Allah lah kami pasrahkan. Kami yakin, Allah akan memberikan keputusan yang terbaik, dan Allah pasti memberikan cobaan ini karena kami sanggup menanggungnya. Karena itu dengan keyakinan optimis, Usaha dan juga do'a. Semoga semua berjalan dengan baik.. Mohon do'anya kawan-kawan :)


Selasa, 17 Juni 2014

Engkau Ditakdirkan Untukku

Subhanallah walhamdulillah..
Sungguh kata syukur terus terucap dalam relung jiwaku, terus menatap masa depan bersamamu.
Detik-detik waktu yang sakral itu, terus menerus terngiang dalam benakku, mengubah suatu hal tabu menjadi ladang pahala yang berlimpah ruah. Tak pernah terbayangkan segalanya terasa sangat cepat bergulir, aku dan kamu yang dahulu hanya bisa tertunduk malu saat tatapan tak sengaja bertemu, kini berada bersama dalam waktu, rasa dan cita. Aku terus bersyukur pada Allah, karena dahulu semua ini hanya mimpi. Aku terus bersyukur pada Allah, karena semua ini ternyata butuh pengorbanan dan perjuangan yang tak mudah, namun atas izinNya, ia kokohkan terus niatan suci ini, hingga 6 bulan waktu seakan terasa cepat berlalu.

Aku dan kamu. Dahulu hanya masing-masing pribadi insan yang terus melaju mengejar masing-masing impian, tak ada yang tahu, walau dimulai dari rasa yang telah lalu, namun akhirnya bersanding dalam ikatan suci ini. Hanya merasa dan berharap seorang diri dan menyimpan segala rasa yang mulai merekah sejak 2 tahun yang lalu, pada saat awal kita bertemu.

Jodoh memang rahasia ilahi, dulunya terus kucoba tepis segala rasa, bahkan aku mulai menjauh untuk mencoba menetralkan segala kegundahan hati. Aku dan kamu, kita masing-masing sadar bahwa semua ini hanya rasa manusiawi, yang fitrah dan tak boleh di maki. sadar dengan sangat, bahwa segalanya bergantung bagaimana kita memanajemen rasa. aku terdiam dalam duniaku dan kamu juga begitu. namun, ternyata getaranya sama-sama kuat pada masing-masing kita.

ketika niat itu muncul, keseriusan mulai memaksaku untuk mengambil sikap atas segala kegundahan jiwa, aku berazam untuk mencoba maju lebih dulu. karena aku sadar, perasaan ini cukup menjadi penghalang dalam menjemput jodoh dari Allah. Aku siap dengan segala hasil yang nantinya aku dapatkan, sambil kembali berfikir siapalah diri ini. Keseriusan niat itu baru kita rasakan, ketika kita siap menerima apapun hasilnya, apakah bahagia ataupun kecewa. Ternyata disaat yang sama, Allah mengetuk pula pintu hatimu untuk juga mengambil sikap. Kau hadir lebih dulu dan dengan gagah mengutarakan maksud itu..

Sungguh Luar Biasa, bila hati memang dekat dengan Rabbul Izzazi, semua terasa begitu haru. Aku terpaku melihat pesan yang mewakili sebuah niatan suci. Semua itu hadir, seakan menjadi jawaban atas tangisan lirih dalam setiap istkharahku. Dan proses mulai bergulir perlahan tapi pasti, dengan terus menyerahkan diri pada Allah. karena semua hal ini, kami lakukan karena ingin mendapatkan Ridho dari Allah. Mengharap segalanya bisa berlaju cepat, karena bila Barakah segalanya akan mudah.

Alhamdulillah, 8 JUNI 2014, janji itu terikrar. Aku merasakan haru biru ketika sebelumnya kau penuhi permintaanku dengan mentasmi'kan surat An Najm. mengapa surat An Najm? karena didalamnya terdapat peringatan untuk terus bertawakal kepada Allah, karena apa yang kita cita-citakan setinggi langit sekalipun, tidak akan terjadi bila Allah tidak menghendaki. Dan begitu banyak malaikat yang Allah berikan syafaat namun tidak dapat berguna tanpa seizinNya. Dan apa yang telah diusahakan itu akan dinampakkan dan memperoleh pembalasan yang setimpal dan kembali kepada Allah semuanya, yang mana ketika itu munculah tertawa dan menangis akibat pembalasan tersebut, karena Allah lahyang mematikan dan menghidupkan, yang menciptakan berpasangan laki-laki dan perempuan, dan air mani tatkala dipancarkan, yang manaAllah telah menetapkan kejadian-kejadian, yang memberikan kekayaan dan kecukupan.

Tak perlu menghitung menit, karena ketika kamu berjabat tangan dengan ayahku, aku melihat betul bagaimana paras beliau yang kuat memberikan amanah selanjutnya kepadamu. karena ia tahu, ketika semua ijab dan qobul telah dibacakan, berpindah sudah tanggung jawabnya selama ini. Aku tahu, butuh proses yang sangat panjang memang, ketika diawal kau hadir dalam mengutarakan niatmu hinga hari ini. hari dimana, aku menjadi amanah untukmu. Perjalanan yang tidak mudah di depan mata harus dilalui oleh sepasang anak muda berumur 22 tahun.

saat diawal kutatap wajahmu, hatiku mulai ragu dan bertanya "Apakah aku bisa mencintainya? mencintai orang yang ada di hadapanku ini" karena aku tahu, bahwa selama ini perasaan suka itu lahir secara alamiah karena mengagumi akhlakmu. Tapi, pernahkah aku menanyakan hatiku, apakah aku bisa mencintaimu. Namun hari ini, aku ingin kembali menceritakan segalanya karena telah aku rasakan sekarang. Aku sangat mencintai Imamku, Imam yang Allah takdirkan untukku ini. Hari demi hari dalam mengenalmu, dan kamu mengenalku, aku mulai jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Tiap hari, rasa itu semakin baru, dan aku terus menerus membangun cinta bersamamu. Mensyukuri setiap nikmat yang Allah beri, karena Ia takdirkan Kau untukku. Sungguh, aku baru merasakan perbedaanya, bagaimana dahulu dalam malu aku menyimpan rasa, cukup Allah dan hatiku yang tahu, dan saat ini aku ingin mengatakan bahwa rasa itu berbeda dengan perasaan saat ini. karena saat ini, aku mencintainya dengan rasa yang lebih dari sekedar suka dahulu.. ternyata itulah nikmatnya bila kita mencintai pasangan yang ditakdirkan Allah untuk kita. Terimakasih atas segala cinta yang telah kau berikan sayang, Cinta dalam kesabaran dan kebahagiaan. Cinta yang terus mengajarkanku agar dapat dekat dengan Sang Penggenggam Hati. Sungguh aku bersyukur kau hadir dalam hidupku.

Teruntuk suamiku, imamku, belahan jiwaku yang dengan bersamanya akan kupenuhi setengah diin yang lain, aku sungguh bahagia Allah takdirkan Engkau untukku. Semoga rasa cinta ini, terus mekar dan tak akan pernah pudar sampai kita kembali dipertemukan di JannahNya. Ya Alla
h, jadikan kami pasangan dunia dan akhiratMu.. :')

Engkau Ditakdirkan Untukku

Subhanallah walhamdulillah..
Sungguh kata syukur terus terucap dalam relung jiwaku, terus menatap masa depan bersamamu.
Detik-detik waktu yang sakral itu, terus menerus terngiang dalam benakku, mengubah suatu hal tabu menjadi ladang pahala yang berlimpah ruah. Tak pernah terbayangkan segalanya terasa sangat cepat bergulir, aku dan kamu yang dahulu hanya bisa tertunduk malu saat tatapan tak sengaja bertemu, kini berada bersama dalam waktu, rasa dan cita. Aku terus bersyukur pada Allah, karena dahulu semua ini hanya mimpi. Aku terus bersyukur pada Allah, karena semua ini ternyata butuh pengorbanan dan perjuangan yang tak mudah, namun atas izinNya, ia kokohkan terus niatan suci ini, hingga 6 bulan waktu seakan terasa cepat berlalu.

Aku dan kamu. Dahulu hanya masing-masing pribadi insan yang terus melaju mengejar masing-masing impian, tak ada yang tahu, walau dimulai dari rasa yang telah lalu, namun akhirnya bersanding dalam ikatan suci ini. Hanya merasa berharap seorang diri dan menyimpan segala rasa yang mulai merekah sejak 2 tahun yang lalu, pada saat awal kita bertemu.

Jodoh memang rahasia ilahi, dulunya terus kucoba tepis segala rasa, bahkan aku mulai menjauh untuk mencoba menetralkan segala kegundahan hati. Aku dan kamu, kita masing-masing sadar bahwa semua ini hanya rasa manusiawi, yang fitrah dan tak boleh di maki. sadar dengan sangat, bahwa segalanya bergantung bagaimana kita memanajemen rasa. aku terdiam dalam duniaku dan kamu juga begitu. namun, ternyata getaranya sama-sama kuat pada masing-masing kita.

ketika niat itu muncul, keseriusan mulai memaksaku untuk mengambil sikap atas segala kegundahan jiwa, aku berazam untuk mencoba menawarkan diri lewat perantara. karena aku sadar, perasaan ini cukup menjadi penghalang dalam menjemput jodoh dari Allah. Aku siap dengan segala hasil yang nantinya aku dapatkan, sambil kembali berfikir siapalah diri ini. Karena keseriusan hati itu baru kita rasakan, ketika kita siap menerima apapun hasilnya, apakah bahagia ataupun kecewa. Ternyata disaat yang sama, Allah mengetuk pula pintu hatimu untuk juga mengambil sikap. Kau hadir lebih dulu dan dengan gagah mengutarakan maksud itu..

Sungguh Luar Biasa, bila hati memang dekat dengan Rabbul Izzazi, semua terasa begitu haru. Aku terpaku melihat sebuah surat yang mewakili semua niatan suci. Semua itu hadir, seakan menjadi jawaban atas tangisan lirih dalam setiap istkharahku. Dan proses mulai bergulir perlahan tapi pasti, dengan terus menyerahkan diri pada Allah. karena semua hal ini, kami lakukan karena ingin mendapatkan Ridho dari Allah. Mengharap segalanya bisa berlaju cepat, karena bila Barakah segalanya akan mudah.

Alhamdulillah, 8 JUNI 2014, janji itu terikrar. Aku merasakan haru biru ketika sebelumnya kau penuhi permintaanku dengan mentasmi'kan surat An Najm. mengapa surat An Najm? karena didalamnya terdapat peringatan untuk terus bertawakal kepada Allah, karena apa yang kita cita-citakan setinggi langit sekalipun, tidak akan terjadi bila Allah tidak menghendaki. Dan begitu banyak malaikat yang Allah berikan syafaat namun tidak dapat berguna tanpa seizinNya. Dan apa yang telah diusahakan itu akan dinampakkan dan memperoleh pembalasan yang setimpal dan kembali kepada Allah semuanya, yang mana ketika itu munculah tertawa dan menangis akibat pembalasan tersebut, karena Allah lahyang mematikan dan menghidupkan, yang menciptakan berpasangan laki-laki dan perempuan, dan air mani tatkala dipancarkan, yang manaAllah telah menetapkan kejadian-kejadian, yang memberikan kekayaan dan kecukupan.

Tak perlu menghitung menit, karena ketika kamu berjabat tangan dengan ayahku, aku melihat betul bagaimana paras beliau yang kuat memberikan amanah selanjutnya kepadamu. karena ia tahu, ketika semua ijab dan qobul telah dibacakan, berpindah sudah tanggung jawabnya selama ini. Aku tahu, butuh proses yang sangat panjang memang, ketika diawal kau hadir dalam mengutarakan niatmu hinga hari ini. hari dimana, aku menjadi amanah untukmu. Perjalanan yang tidak mudah di depan mata harus dilalui oleh sepasang anak muda berumur 22 tahun.

saat diawal kutatap wajahmu, hatiku mulai ragu dan bertanya "Apakah aku bisa mencintainya? mencintai orang yang ada di hadapanku ini" karena aku tahu, bahwa selama ini perasaan suka itu lahir secara alamiah karena mengagumi akhlakmu. Tapi, pernahkah aku menanyakan hatiku, apakah aku bisa mencintaimu. Namun hari ini, aku ingin kembali menceritakan segalanya karena telah aku rasakan sekarang. Aku sangat mencintai Imamku, Imam yang Allah takdirkan untukku ini. Hari demi hari dalam mengenalmu, dan kamu mengenalku, aku mulai jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Tiap hari, rasa itu semakin baru, dan aku terus menerus membangun cinta bersamamu. Mensyukuri setiap nikmat yang Allah beri, karena Ia takdirkan Kau untukku. Sungguh, aku baru merasakan perbedaanya, bagaimana dahulu dalam malu aku menyimpan rasa, cukup Allah dan hatiku yang tahu, dan saat ini aku ingin mengatakan bahwa rasa itu berbeda dengan perasaan saat ini. karena saat ini, aku mencintainya dengan rasa yang lebih dari sekedar suka dahulu.. ternyata itulah nikmatnya bila kita mencintai pasangan yang ditakdirkan Allah untuk kita. Terimakasih atas segala cinta yang telah kau berikan sayang, Cinta dalam kesabaran dan kebahagiaan. Cinta yang terus mengajarkanku agar dapat dekat dengan Sang Penggenggam Hati. Sungguh aku bersyukur kau hadir dalam hidupku.

Teruntuk suamiku, imamku, belahan jiwaku yang dengan bersamanya akan kupenuhi setengah diin yang lain, aku sungguh bahagia Allah takdirkan Engkau untukku. Semoga rasa cinta ini, terus mekar dan tak akan pernah pudar sampai kita kembali dipertemukan di JannahNya. Ya Alla
h, jadikan kami pasangan dunia dan akhiratMu.. :')

Sabtu, 25 Januari 2014

Jeda Waktu

       Lagi-lagi hariku berlalu dengan diskusi bersama mereka, berkutat mengenai masalah waktu yang tak tau kapan pangkalnya berada. Menjadi suatu sumber bahan berputarnya segala harapan-harapan baru yang inginya kucapai. Aku tahu pasti semuanya harus kulalui, namun komitmenku blum cukup meyakinkan mereka bahwa aku mampu. Semua akhirnya berputar lagi menjadi alasan baru yang seakan memperlambat segala proses ini. Terkadang membuat jemu dan mengakhiri kembali semuanya dengan diam tanpa bicara. Bagiku diam menjadi sikap yang paling tepat untuk meyakinkan mereka bahwa aku mampu. Dan kembali tentang meyakinkan sebuah kata 'mampu' pada mereka, aku tahu semua jawaban ada pada kehendakNya. Karena saat ini sebenarnya sedang berbicara tentang sebuah keikhlasan. 

       Keikhlasan yang menampakkan kefahaman terhadap setiap konsekuensi kedepannya. Keikhlasan yang tak bisa bermuara pada seseorang yang belum pantas menurut mereka menggantikan mereka. Keikhlasan dalam menyerahkan segalanya pada sebuah kata 'mampu' dalam perspektifku. Namun, semuanya selalu menjadi jeda waktu yang tetap harus dinikmati. Biarlah Allah yang Maha Membolak balikkan hati yang mengizinkan hati mereka terbuka pada batas waktu yang tepat dengan caraNya. Cara yang hanya Ia yang tahu bagaimana. CaraNya yang terkadang menjadi rahasia manis yang tak akan terlupakan. Tak perlu ragu karena aku selalu merasakannya. Cinta dari Langit pula yang membawa semuanya sampai detik ini ada. Atas seiziinNya yang dapat merencanakan setiap skenario terbaik yang pada akhirnya selalu pasti kita syukuri.
       Biarlah hari-hari menunggu sebuah keputusan itu menjadi jeda waktu bagi kita untuk meluruskan lagi niat dan mengenang kebaikan mereka, bahwa orang tua kitapun sedang berfikir tentang mengikhlaskan sekuntum bunga mawar untuk dipetik.

       Saat ini kita tidak perlu tahu mengapa kita dicintai bukan? cukuplah perasangka baiknya tentang kita menjadikan alasan kita dicintai. Sebab orang-orang yang mencintai karena Allah akan memandang cinta sebagai sebuah jalinan pengabdian dan penyemangat kebaikan. bukan keterpaksaan, apalagi sekedar roman picisan.

Tentang Niat yang harus sejernih kepasrahan dalam do'a yang penuh harap padaNya :') | Semoga semuanya berakhir Husnul Khotimah Inshaa Allah

Selasa, 07 Januari 2014

Hujan Itu Mensucikan Bumi

Adakalanya niat kita ketika hendak melakukan sesuatu masih belum bersih, kemudian Allah memberikan kasih sayang-Nya. Allah memberikan berbagai keadaan sehingga kita mensucikan niat kita. Allah menurunkan peristiwa-peristiwa sehingga kita mengetahui kekotoran niat kita yang selama ini tersembunyi dari pengetahuan kita sendiri.
 
Adakalanya niat seseorang sudah bersih, kemudian Allah menguji kesungguhan niatnya. Allah memberikan ujian, sehingga tampak apakah ia bersungguh-sungguh dengan niatnya. Sehingga tampak apakah ia tetap berpegang pada tali-Nya di saat menghadapi kesulitan. Sehingga semakin kokoh niatnya kalau ia tetap memegangi niatnya. Yang demikian ini insya-Allah akan membuat niatnya lebih dekat kepada barakah dan tidak mudah luntur oleh keadaan.

"Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati." (Q.S. Ali 'Imran: 154).

Sebagian orang ridha terhadap apa yang terjadi, sehingga Allah menambah kemuliaan dan barakahnya. Sebagian merasa kecewa kepada Allah. Sebagian lagi merasa kecewa, kemudian memperbaiki hati setelah menyadari kesalahankesalahannya. 


Adakalanya Allah mensucikan bumi dengan menurunkan hujan. Dalam hujan ada kilat dan petir. Sebelum hujan ada mendung tebal yang membuat gerah orang-orang di muka bumi. Sayangnya, seringkali kita salah sangka. Kita sering tidak bisa membedakan antara panasnya terik matahari dengan gerahnya awan tebal yang mengawali hujan penuh rahmat.
 
Pensucian niat bisa juga terjadi karena bertambahnya ilmu. Ketika seseorang memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai agamanya, akhirnya ia mengenali kekeruhan-kekeruhan niat yang selama ini tidak diketahuinya. Oleh karena itu, kita harus tetap mencari ilmu untuk mendapat ridho dan barakah dari Allah.

Mudah-mudahan Allah memperbaiki niat kita. Mudah-mudahan Allah melepaskan kita dari ghurur (terkelabui) atas perkara-perkara yang kita sangka niat kita, padahal hanya angan-angan yang kita jelaskan dengan akal saja.
 
Wallahu A'lam bishawab.

Mohammad Fauzil Adhim

Sabtu, 14 Desember 2013

Merapikan Kenangan



Kenangan bagiku adalah potongan-potongan kisah yang telah mewarnai hidup kita, ada yang membuat bahagia, menyenangkan, membuat selalu semangat, biasa saja dan ada juga yang sangat menyakitkan. Bagiku merapihkan kenangan, tak semudah membalikan tangan. Karena kesedihan ada melengkapi kenangan itu, dan terkadang kesedihan memenuhi separuh dari kenangan sehingga mampu menutupi bagian dari keindahan dalam memori. Ketika kesedihan menghasilkan kesakitan sampai ke ulu hati, pada akhirnya sulit sekali untuk menerimanya ada. Melupakan menjadi pilihan, namun melupakan ternyata bukan menjadi solusi kawan. Karena ketika kita berusaha melupakan memori kesedihan itu, bahkan menghapusnya dari data kenangan dalam angan kita, pada saat yang sama kita sedang mengulang kembali memori kesedihan itu, hingga akhirnya rintik air mata tak mampu lagi terbendungi.
Merapihkan kenangan terkadang menjadi hal yang sulit, ketika sifat melankolis dalam diri kita merajai seluruh rasa yang ada. Hingga ketika tersenggol sedikit, semua kenangannya dengan mudah berputar kembali dari titik semuanya bermula. Sehingga seringkali, seseorang yang mengalami amnesia, dapat kembali normal ingatanya dengan mengingat lebih dahulu kesedihan yang pernah ia alami. Sulit dan sakit memang melihat hal itu kembali berputar dalam ingatan, maka tidak menjadi suatu hal yang mengagetkan lagi bila STRESS menjadi salah satu penyebab utama penyakit-penyakit komplikasi yang membawa pemiliknya menuju KEMATIAN.
Ketika ekspektasi kita terlalu tinggi, dengan mudah kita kecewa dan sedih. Semua hal diatas terjadi karena kita belum menyiapkan hati kita diawal untuk menerima kesedihan. Karena itu Allah selalu mengingatkan kita dalam keadaan sulit maupun senang kita harus menyiapkan dua hal : rasa syukur dan sabar. Proses Cleansing dari seluruh masalah yang membuat hati kita gundah dan trauma yang mendalam sebenarnya bisa kita atur, dengan belajar menerima setiap kejadian yang ada. Bukan untuk dilupakan dan dibuang, tapi belajar menerima bahwa semuanya adalah bagian dari potongan mozaik dari hidup kita. Allah tahu yang terbaik buat hidup hambanya, maka yakini itu.
Tangisan bisa saja sejenak menghilangkan seluruh sedih, tapi tak menuntaskan luka sampai keakarnya. Karena itu hati-hati menjaga hati kawan, ketika harapan sedang kita rajut, jangan lupa bahwa dunia ini seimbang, disamping kesuksesan selalu ada kegagalan, sehingga setiap saat kita harus menyiapkan dua hati, menerima kesenangan atau menerima kesedihan. Kekecewaan yang akhirnya hadir dalam diri kita, jangan sampai membawa kita pada kebencian terhadap suatu hal. Cobalah berfikir dari sudut pandang yang berbeda dengan bertanya pada diri, apa saja yang telah kita lakukan untuk membantu semuanya sesuai harapan? Jangan sampai kita menjadi penikmat saja yang mudah sekali kecewa dalam berbagai keadaan. Semua hal yang negatif di dunia ini memang menyakitkan, tapi setiap bagiannya pasti memiliki hikmah yang kelak bisa kita syukuri.
Sehingga sekeruh apapun dunia kita, selalu ada motivasi dalam diri untuk tetap berdiri dengan tegar untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada. Tidak ada masalah yang melebihi kuasa hambaNya, jelas tertulis dalam Alqur’an. Maka kuatkan dan lapangkan bahu untuk menerima setiap beban yang ada, dan pelan-pelan membawanya dengan tenang dan rapih. Sehingga kenangan tak lagi jadi musuh yang jahat, yang dengan mudah menyedot semua kebahagian yang telah terpahat dalam memori kita. Semangat mengkondisikan hati ! Biarkan ia ada dan siap untuk bisa menerima semua hal yang masih menjadi rahasia langit..


Minggu, 08 Desember 2013

Strategi Mengatasi Kontroversi Sertifikasi Halal pada Obat


Penduduk Indonesia mencapai 235 juta jiwa, di mana ± 200 juta di antaranya adalah pemeluk Islam. Sehingga, pada era mendatang, konsumen akan semakin kritis. Kesadaran terhadap kehalalan produk yang dikonsumsi menjadi hal utama. Hasil survei LPPOM MUI pada 2009 menunjukkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap produk halal mencapai 70%, dan meningkat menjadi 92% pada akhir 2010. Sayangnya, tingginya minat dan kepedulian masyarakat terhadap produk halal belum diiringi dengan jumlah produk halal yang beredar di pasaran. Saat ini produk yang telah bersertifikat halal MUI baru mencapai  36,37%, dari 113.515 unit produk makanan teregristrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang bersertifikat halal MUI hanya mencapai 41.695 jenis produk. (halalwatch.com)
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 173, “Hanya yang diharamkan atas kamu ialah bangkai, darah, daging babi dan hewan yang disembelih bukan dengan nama Allah melainkan dengan nama berhala. Tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya (mengkonumsinya), sedang ia tiada aniaya dan tiada pula melampaui batas, maka tak ada dosa terhadapnya. Sungguh Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang“.
Abdul Razak, Sekjen MUI menegaskan tidak ada toleransi baik bagi obat-obatan maupun makanan untuk terstandarisasi dari segi kehalalannya. Konsumen Indonesia mempunyai hak untuk mendapat perlindungan terkait jaminan apa yang dikonsumsinya. Obat memang berbeda dengan makanan, bila makanan masyarakat punya pilihan untuk membeli atau membuat sendiri, sedangkan obat, tidak bisa dibuat dirumah seperti makanan, hanya seorang ahli farmasi yang bisa dan mempunyai hak untuk membuat obat. Saat masyarakat sakit dan mendapat resep obat dari dokter, tanpa berfikir halal dan haram pasti akan dikonsumsi oleh masyarakat yang sakit agar mendapat kesembuhan. Karena itulah, masyarakat Indonesia menuntut RUU Sertifikat Halal pada Obat segera disahkan.
Pernyataan  tegas Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi tentang ketidak setujuannya dalam sertifikat halal pada produk obat membuat masyarakat semakin bingung, ada saja yang berpendapat bahwa itu merupakan salah satu cara Menkes mengalihkan isu PKN (Pekan Kondom Nasional) yang sebelumnya mendapat penolakan besar-besaran pula oleh publik. Namun, Direktur Jenderal Bina Kefarmasian Maura Linda Sitanggang mendukung pernyataan Menteri Kesehatan tersebut dengan mengatakan tak mungkin melakukan sertifikasi halal pada obat-obatan. Formulasi sebuah obat begitu komplek. “Kementerian juga belum siap untuk melihat apakah ada unsur halal atau haram pada sebuah obat,” kata Maura di kantor Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2013).
Sebagai seorang farmasi saya mengakui bahwa obat-obatan memang berbeda dengan makanan. Untuk satu obat saja, butuh penelitian bertahun dan dana yang lumayan besar. Semenjak di bangku kuliah, kami memang tidak ditekankan untuk melihat kehalalalan asal bahan dasar obat, Namun di Farmasi UIN kami mendapat mata kuliah Kimia Makanan Halal yang didalamnya diajarkan bagaimana menganalisa kehalalan suatu produk dan bahan dasar apa saja yang memiliki titik kritis kehalalan.
Eksipien yang ada di Dunia saat ini memang dikuasai oleh barat, sehingga bukan asal bahan dasar pembuatanya  yang utama, namun sertifikat standarisasi keamanannya yang menjadi nomer pertama. Seorang farmasi memang diajarkan bagaimana cara membuat obat yang aman, dengan efikasi yang tinggi dan efek samping yang minim. Sehingga mungkin saja ilmuwan barat memilih menggunakan bahan yang tidak halal karena memang hanya bahan tersebutlah yang menimbulkan efek samping yang sedikit, contohnya vaksin virus yang masih menggunakan darah sebagai kulturnya dan enzim babi sebagai katalisatornya.
Akar dari permasalahannya menurut saya pribadi adalah, mendukung pernyataan prof. Hasbullah Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI,  yang menyatakan bahwa saat ini hampir 95 persen bahan baku obat merupakan impor. Sehingga untuk memastikan kehalalan bahan baku obat, harus langsung ke industri yang terkait misal ke Amerika Serikat atau Eropa. Sehingga sampai detik ini yang bisa dilakukan oleh pemerintahan Indonesia adalah menjamin mutu bahan-bahan import tersebut dengan melakukan tes khasiat keamanan dan mutu oleh BPOM.
Ibu Maura juga menambahkan : Tenaga ahli, bisa saja memilih komponen halal sejak awal pembuatan obat. “Tapi kami akan mengalami kesulitan jika mencari sesuatu yang tak ada alternatifnya,” kata dia. Sebenarnya, ahli farmasi sejak awal bisa menghindari bahan yang tak halal. “Tapi new chemical entity yang ada bukan buatan Indonesia.” Sehingga, pemerintah tak bisa mengontrolnya. Wacana sertifikasi halal ini juga banyak menuai kontra dari produsen bahan farmasi, karena dinilai akan mematikan industri farmasi, terutama skala industri kecil menengah.
Sehingga saat tahu kedudukan dari permasalahan ini, menurut saya pribadi adalah RUU Jaminan Produk Halal ini tetap saja harus disahkan dengan diikuti langkah-langkah strategis dari pemerintah Indonesia. Sampai kapan pemerintah akan membiarkan obat-obatan di Indonesia terkesan abu-abu? Masyarakat butuh kepastian, karena selain mengandung babi atau dalam prosesnya menggunakan babi, masih ada bahan dasar lainya yang juga memiliki titik kritis kehalalan, contohnya gelatin sapi yang harus dipastikan sapi tersebut disembelih menggunakan nama Allah atau tidak, obat yang mengandung darah dan bisa hewan buas, contohnya ular, dan lain-lain.
Langkah-langkah dalam penyelesaian masalah ini harus sudah dipikirkan oleh Pemerintah, sehingga ada progress yang akan membawa perubahan dikedepannya, bukan hanya menilai kesulitan dan membiarkan keadaan tetap seperti ini. Menurut saya langkah strategi yang diperlukan adalah pertama, dengan membentuk tim penelitian khusus agar Indonesia dapat memproduksi bahan baku sendiri dan menciptakan bahan-bahan baku yang halal baik dari tanaman atau hewan yang halal di konsumsi. Kedua, ketika pemerintah mewajibkan Industri farmasi untuk mensertifikasi halal pada produknya, maka pemerintah harus berkomitmen dengan memudahkan birokrasi dan mengalokasikan dana dalam pengaudit-an yang diadakan terus menerus dan berkelanjutan, sehingga industri tidak mempunyai alasan dengan merasa terbebani dalam pembiayaannya. Ketiga, menanamkan kepada mahasiswa farmasi atau apoteker akan pentingnya memilih asal bahan baku yang halal pada obat, sehingga mahasiswa akan menjadi garda terdepan pula dalam meneliti bahan-bahan yang dapat menjadi bahan baku dalam obat dan akhirnya Indonesia dapat memproduksi obat-obatan sendiri.
Program BPJS yang akan diadakan 1 Januari mendatang menjadi sorotan karena di program tersebutlah, masyarakat yang sakit akan diberikan obat oleh dokter sesuai dengan ketersediaan produk obat tersebut di Indonesia. Selama proses pencarian obat-obat halal sebagaimana strategi yang saya tawarkan diatas, maka obat yang haram bisa saja dikatakan darurat dan boleh dikonsumsi pasien untuk mencapai kesembuhan. Namun, pilihan akhir kembali diberikan kepada pasien, pasien yang berhak memilih apa saja yang akan ia konsumsi.  

Sabtu, 19 Oktober 2013

Ujian Cinta Nabi Ibrahim as

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS.At Taubah:24)


Setelah diselamatkan oleh Allah dari kobaran api Raja Namrud karena meruntuhkan berhala-berhala, Nabi Ibrahim as menjadi teladan pejuang penegak Tauhid. Puluhan tahun berikutnya adalah masa-masa menyebarkan ajaran Islam bagi Khalilullaah, Sang Kekasih Allah. Puluhan atau bahkan ratusan tahun menyeru kepada agama Allah di tengah kejahilan manusia merupakan tugas yang diemban ‘sendirian’ oleh Nabi Ibrahim as.

Ketika usianya telah menua, keinginan dan harapan untuk memperoleh keturunan semakin besar. “Rabbii hablii minash shalihiin.” Ya Tuhanku, karuniakanlah untukku anak yang shalih, demikian pinta dan doa Nabi Ibrahim as.
Di luar dugaan, karena beliau dan istrinya telah sama-sama berusia lanjut, Allah mengabulkan permohonan tersebut. “Maka kami sampaikan berita gembira kepadanya berupa anak yang shabar.” Bagi Nabi Ibrahim as, Ismail bukanlah sembarang putra, ia adalah jawaban dari bertahun-tahun pengharapan, balasan dari berabad penderitaan, cahaya mata, dan mimpi jadi kenyataan.

Sedikit banyak, Ismail menjadi harapan besar dan curahan cinta dari Nabi Ibrahim as. Seluruh jiwanya seakan terpatri kepada putra semata wayangnya ini.
#UJIAN PERTAMA
 
Tetapi Allah tidak membiarkan keadaan seperti itu berlangsung lama. Allah s.w.t. mewahyukan kepadanya agar keinginan dan permintaan Sarah isterinya dipenuhi untuk dijauhkanlah Ismail bersama Hajar. Maka dengan tawakkal kepada Allah berangkatlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah membawa Hajar dan Ismail yang diboncengkan di atas untanya tanpa tempat tujuan yang tertentu. Lalu dii tempat di mana Masjidil Haram sekarang berada, berhentilah unta Nabi Ibrahim mengakhiri perjalanannya dan disitulah ia meninggalkan Hajar bersama puteranya dengan hanya dibekali dengan serantang bekal makanan dan minuman sedangkan keadaan sekitarnya tiada tumbuh-tumbuhan, tiada air mengalir, yang terlihat hanyalah batu dan pasir kering.

Alangkah sedih dan cemasnya Hajar ketika akan ditinggalkan oleh Ibrahim seorang diri bersama dengan anaknya yang masih kecil di tempat yang sunyi senyap dari segala-galanya kecuali batu gunung dan pasir. Ia seraya merintih dan menangis, memegang kuat-kuat baju Nabi Ibrahim memohon belas kasihnya, janganlah ia ditinggalkan seorang diri di tempat yang kosong itu, tiada seorang manusia, tiada seekor binatang, tiada pohon dan tidak terlihat pula air mengalir, sedangkan ia masih menanggung beban mengasuh anak yang kecil yang masih menyusu. Hajar Berkata : "Mengapa kau tega meninggalkan kami disni?", lalu dia mengulangi pertanyaan itu hingga dua kali, dan Nabi Ibrahim tetap saja diam sambil menyembunyikan kesedihanya yang mendalam, sampai akhirnya Hajar mengganti pertanyaannya "Apakah ini perintah Allah? Jika ini perintah Allah laksanakanlah, karena Aku yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya"

Lalu nabi Ibrahim berkata:"Bertawakkallah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya, percayalah kepada kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya. Dialah yang memerintah aku membawa kamu ke sini dan Dialah yang akan melindungi mu dan menyertaimu di tempat yang sunyi ini. Sesungguh kalau bukan perintah dan wahyunya, tidak sesekali aku tergamak meninggalkan kamu di sini seorang diri bersama puteraku yang sangat ku cintai ini. Percayalah wahai Hajar bahwa Allah Yang Maha Kuasa tidak akan melantarkan kamu berdua tanpa perlindungan-Nya. Rahmat dan barakah-Nya akan tetap turun di atas kamu untuk selamanya, insya-Allah."
Mendengar kata-kata Ibrahim itu segeralah Hajar melepaskan genggamannya pada baju Ibrahim dan dilepaskannyalah beliau menunggannag untanya kembali ke Palestin. Sedang Nabi Ibrahim pun tidak dapat menahan air matanya keetika ia turun dari dataran tinggi meninggalkan Makkah menuju kembali ke Palestin di mana isterinya Sarah dengan puteranya yang kedua Ishak sedang menanti. Ia tidak henti-henti selama dalam perjalanan kembali memohon kepada Allah perlindungan, rahmat dan barakah serta kurniaan rezeki bagi putera dan ibunya yang ditinggalkan di tempat terasing itu. Ia berkata dalam doanya:" Wahai Tuhanku! Aku telah tempatkan puteraku dan anak-anak keturunannya di dekat rumah-Mu { Baitullahil Haram } di lembah yang sunyi dari tanaman dan manusia agar mrk mendirikan solat dan beribadat kepada-Mu. Jadikanlah hati sebahagian manusia cenderung kepada mrk dan berilah mrk rezeki dari buah-buahan yang lazat, mudah-mudahan mrk bersyukur kepada-Mu."

 #UJIAN KEDUA

Nabi Ibrahim dari masa ke semasa pergi ke Makkah untuk mengunjungi dan menjenguk Ismail di tempat pengasingannya bagi menghilangkan rasa rindu hatinya kepada puteranya yang ia sayangi serta menenangkan hatinya yang selalu rungsing bila mengenangkan keadaan puteranya bersama ibunya yang ditinggalkan di tempat yang tandus, jauh dari masyarakat kota dan pengaulan umum.
Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah , maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian yang maha berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniai seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan ,seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah , seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawa oelh tangan si ayah sendiri.

Namun ia sebagai seorang Nabi, pesuruh Allah dan pembawa agama yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah ,menjalankan segala perintah-Nya dan menempatkan cintanya kepada Allah di atas cintanya kepada anak, isteri, harta benda dan lain-lain. Ia harus melaksanakan perintah Allah yang diwahyukan melalui mimpinya, apa pun yang akan terjadi sebagai akibat pelaksanaan perintah itu.
 
Sungguh amat berat ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim, namun sesuai dengan firman Allah yang bermaksud:" Allah lebih mengetahui di mana dan kepada siapa Dia mengamanatkan risalahnya." Nabi Ibrahim tidak membuang masa lagi, berazam {niat} tetap akan menyembelih Nabi Ismail puteranya sebagai qurban sesuai dengan perintah Allah yang telah diterimanya.Dan berangkatlah serta merta Nabi Ibrahim menuju ke Makkah untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah perintahkan.

Nabi Ismail sebagai anak yang soleh yang sgt taat kepada Allah dan bakti kepada orang tuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa ragu-ragu dan berfikir panjang berkata kepada ayahnya:"Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu , agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah parangmu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar menringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya."Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata:" Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah."

Saat penyembelihan yang mengerikan telah tiba. Diikatlah kedua tangan dan kaki Ismail, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah parang tajam yang sudah tersedia dan sambil memegang parang di tangannya, kedua mata nabi Ibrahim yang tergenang air berpindah memandang dari wajah puteranya ke parang yang mengilap di tangannya, seakan-akan pada masa itu hati beliau menjadi tempat pertarungan antara perasaan seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang rasul di satu pihak yang lain. Pada akhirnya dengan memejamkan matanya, parang diletakkan pada leher Nabi Ismail dan penyembelihan di lakukan . Akan tetapi apa daya, parang yang sudah demikian tajamnya itu ternyata menjadi tumpul dileher Nabi Ismail dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan sebagaimana diharapkan.

Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah pergorbanan Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Ujian cinta yang sangat berat tekah dilalui dan diajarkan oleh
Abu Al-Anbiya Nabi Ibrahim dengan tetap melaksanakan perintah Allah walau dia harus dijauhkan oleh anak yang selama ini ia tunggu-tunggu kehadirannya dan kemudian perintah untuk menyembelihnya ini. Sungguh cinta Ibrahim kepada Allah lebih besar dibanding cintanya kepada seluruh apapun didunia. Keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan pergorbanan puteranya. untuk berbakti melaksanakan perintah Allah sedangkan Nabi Ismail tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam memperagakan kebaktiannya kepada Allah dan kepada orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan,  

Sebagai penutup, marilah kita intropeksi diri, sudahkah kita mengenal Allah, Tuhan kita, secara utuh, sehingga melahirkan mahabbah (rasa cinta) yang benar-benar terhadap-Nya? Sebab realitas saat ini, banyak orang mengaku Muslim, tapi mereka tampil sebagai penentang Tuhan yang mereka sembah. Banyak orang mengaku cinta pada agamanya dan cinta pada Allah, namun antara lisan dan hatinya tak sesuai dengan ucapannya. Banyak orang memburu wanita pujaanya, bahkan rela mengorbankan nyawanya sendiri. Namun ketika mereka mengaku cinta pada agama dan Tuhannya, tak mampu mengorbankan dirinya sebagai ungkapan "cinta" itu. Semoga bisa meniru Nabiullah Ibrahim alaihi salam. Sehingga selalu dapat bersyukur atas segala cobaan yang Allah beri yang masih sangat jauh dari beratnya ujian orang-orang terdahulu.

sumber :
1. http://majelisribaathulmuhibbiin.blogspot.com/2013/10/ujian-cinta-nabi-ibrahim-as-sang.html
2. http://kisah25nabi.blogspot.com/2007/12/nabi-ismail-as.html
3. http://www.hidayatullah.com/read/14525/06/12/2010/meniru-perilaku-